Sebagai bagian dari pemerintah, dirinya sangat bersyukur ada sirkuit Mandalika untuk pertumbuhan ekonomi rakyat, tetapi menurutnya untuk keadilan masalah lahan mestinya diselesaikan.
Sebagai mantan ketua Satgas yang telah bekerja lebih dari dua bulan membantu 11 orang pemilik lahan menyelesaikan persoalan mereka dengan ITDC, Wahid berharap semua bisa selesai agar tidak menjadi masalah baru di belakang hari.
Baca Juga:
Mahasiswi Bali Jadi Korban Kecelakaan di AS, Biaya Pemulangan Jenazah Capai Rp180 Juta
Wahid mengatakan akan selalu terbuka pada Satgas formasi baru jika membutuhkan masukan dan saran darinya.
Perubahan formasi Satgas dengan SK baru tidak menjadi masalah baginya, meski diubah di tengah jalan.
"Ini adalah langkah Gubernur yang harus dihormati, karena memang menginginkan penyelesaian secepatnya, saya hanya menjalankan tugas," katanya.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Wahid juga menjelaskan bahwa pihaknya memfasilitasi dan menjadi penengah antara masyarakat pemilik lahan dengan ITDC yang mengklaim lahan kawasan Mandalika sebagai HPL.
Sebagai pihak yang menengahi, tentu mengharapkan ITDC dan BPN yang bisa memberi solusi masalah sengketa lahan tersebut dengan memberikan data pada pemerintah terutama terkait pelepasan hak lahan tersebut.