Menurutnya, konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan ekonomi kreatif merupakan arah yang relevan bagi Samota.
Pendekatan tersebut dapat membangun identitas Samota sebagai destinasi berkualitas dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Ajang MXGP di Sumbawa, Bawa Angin Segar Bagi Pelaku UMKM
“Pariwisata harus menjadi lokomotif yang ikut menggerakkan perikanan, peternakan, agroindustri, ekonomi kreatif, dan UMKM,” katanya.
Tohom berpandangan masyarakat lokal harus memperoleh ruang besar dalam pertumbuhan kawasan.
Keterlibatan masyarakat juga akan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan Samota dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Ajang MXGP di NTB, Bawa Angin Segar Bagi Pelaku UMKM Sumbawa
“Jangan sampai kawasan wisata tumbuh pesat tetapi masyarakat di sekelilingnya hanya menjadi penonton,” ujarnya.
Menurut Tohom, keterlibatan lintas kementerian dalam pengembangan KEK Samota merupakan sinyal positif.
Pembangunan kawasan berskala besar membutuhkan orkestrasi kebijakan yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.