Pasalnya di tahun itu adalah masanya Pemilu Presiden sehingga situasi politik jadi tidak menentu.
Namun, Abdulbar tetap yakin dan bahkan membawa Dorna untuk bertemu langsung Presiden Jokowi di Istana Bogor pada 11 Maret demi menunjukkan keseriusan Indonesia menggelar MotoGP.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Saya waktu itu rada nekat, datang bersama tim kecil ke Sepang untuk menemuinya. Setelah pertemuan awal itu, kami diberi undangan ke Qatar pada seri pertama musim 2018. Datang ke Lusail dengan membawa tim lebih lengkap dan desain sirkuit," sambungnya.
"Mereka tertarik karena sirkuit akan dibangun di kawasan yang punya keindahan alam luar biasa."
"Kontrak harus diteken di awal 2019. Ada satu slot yang ketika itu diperebutkan oleh Meksiko, Brasil, Indonesia untuk membalap pada 2021."
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Kontrak ITDC bersama Dorna tepatnya diteken pada 28 Januari 2019 untuk WSBK dan MotoGP.
Awalnya kontrak hanya untuk lima tahun, tetapi pihak ITDC meyakinkan Dorna agar memperpanjang menjadi 10 tahun demi mengamankan pembiayaan dengan para investor lokal.
"Alhamdulillah, kontrak 10 tahun diberikan walau kami belum punya sirkuit. Bukti Dorna sangat percaya dengan kondisi di Indonesia. Kita punya engagement tinggi di medsos dan lainnya. Langsung kami amandemen kontrak," demikian Abdulbar M. Mansoer. [rda]