Pandemi covid-19 yang berimbas pada penurunan kegiatan usaha sektor industri, bisnis dan UMKM tak dipungkiri membuat demand listrik ikut merosot.
Kendati demikian, Fahmy meyakini situasi ini bersifat jangka pendek.
Baca Juga:
Aceh Selatan Bebas 'Lampu Kedip' dengan SUTT PLN!
Dengan demikian, untuk jangka panjang nantinya permintaan listrik diperkirakan sudah dapat kembali pulih.
Untuk itu, investasi kelistrikan yang bersifat jangka panjang dinilai tidak bakal begitu terdampak.
"Karena untuk investasi ke depan kan sudah dilakukan forecasting sehingga saya yakin investor (tetap) akan masuk," terang Fahmy.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong Perusahaan Pembangkit Benahi Kawasannya untuk Cegah Gangguan Pasokan Listrik ke Sistem Jaringan PLN
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjajaran, Yayan Satyaki menjelaskan, secara umum perencanaan kelistrikan cukup dipengaruhi oleh sektor industri.
Adapun, permintaan kelistrikan dari sektor industri bergantung pada produktivitas industri itu sendiri.
"Saat ini perencanaan industri di Indonesia masih belum clear (menyangkut) kebutuhan energi," jelas Yayan.