WahanaNews-NTB | Seorang pawang hujan bernama Damai Santoso alias Amaq Daud (49), warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, merasa dicemarkan nama baiknya.
Gegaranya, dia dituding gagal mengendalikan hujan saat perhelatan World Superbike (WSBK), beberapa hari lalu.
Baca Juga:
Indonesia Siap Gelar Formula 4 Mulai 2026, Mandalika Jadi Pusat Pembinaan Pembalap Muda
Tak terima dengan tudingan itu, Damai melaporkan kasus itu ke polisi.
Damai merasa difitnah akibat tudingan gagal mengendalikan hujan saat perhelatan World Superbike (WSBK), beberapa hari lalu.
Ia melaporkan sebuah akun Facebook dan Twitter dengan nama @leekuwangso yang diduga mengunggah fotonya di Sirkuit Mandalika dan menyebutnya sebagai pawang hujan yang gagal melakukan kontrol saat balapan.
Baca Juga:
Kutukan Mandalika Belum Usai, Marc Marquez Kembali Alami Kecelakaan di MotoGP 2025
Bagi Damai, kata-kata yang disebutkan dalam akun tersebut sangat menjatuhkan harga dirinya bersama keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya.
Adapun dalam akun media sosial tersebut memajang fotonya dengan Presiden Joko Widodo dan menuliskan sebagai berikut:
the traditional rain controller not working at # WorldSBK (red: pawang hujan). Hujan badai guyur sirkuit mandalika, balapan pertama world not working alias gak mempan.