Sementara di Surabaya sendiri, PLN telah melaksanakan P2TL di lebih dari 83.000 pelanggan pada semester pertama 2022.
Dari jumlah tersebut, tutur Anas, terdapat 2.904 temuan yang terindikasi instalasi sambungan rumahnya terdapat kelainan atau pelanggaran.
Baca Juga:
KRT Tohom Purba Tegaskan Urgensi LPKSM Sektor Listrik di Forum Nasional Perlindungan Konsumen
Rinciannya, sebanyak 1.739 temuan memengaruhi pembatas daya meteran, 824 memengaruhi pengukuran, dan 256 temuan lain memengaruhi keduanya.
Sisanya, 85 temuan merupakan kelainan atau ketidaksesuain yang dilakukan oleh non-pelanggan PLN.
"Tidak hanya rumah Pak Dokter saja, tetapi pemeriksaan (P2TL) ini sudah dilakukan secara umum, secara random," ujar Anas.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: P2TL Tak Sekadar Penertiban, Tapi Juga Edukasi Konsumen
Selain metode random atau acak dengan melakukan penyisiran, P2TL juga bisa dilakukan dengan metode Target Operasi (TO).
"Kalau Target Operasi ini biasanya ada data-data awal yang kita curigai. Kalau rumah Pak Dokter ini murni kita lakukan penyisiran," ungkapnya. [dny]