Manusia tetap saling bantu membantu serta berbagi, hanya saja dalam berbagi terkadang manusia menunggu momen yang tepat, salah satunya pada momen Idulfitri.
THR adalah hasil dari sifat manusia yang saling berbagi. Namun kini THR menjadi sesuatu yang diwajibkan oleh negara karena hal ini merupakan momen yang sudah disepakati sebagai bentuk dari hajat bersama agar semua pihak baik pemerintah, pengusaha, buruh maupun swasta dapat sama-sama mengambil manfaatnya.
Baca Juga:
Minta THR Rp165 Juta ke Pengusaha, Gubernur Jabar Sentil Kades Klapanunggal
"Momen itu, menurut saya, adalah ruang bersama yang bisa dimaksimalkan agar semua orang mendapat manfaatnya," ungkap Musta'in.
3. Menukar Uang Baru
Menjelang lebaran, uang dengan pecahan baru diburu oleh masyarakat.
Baca Juga:
Pemkab Bogor Usut Kades Minta THR Hingga Rp165 Juta ke Perusahaan
Pasalnya uang baru akan digunakan untuk berbagi THR kepada keponakan atau sanak keluarga.
Menurut Musta'in, hal ini merupakan salah satu bagian dari fasilitas momen. Momen Hari Raya Idulfitri identik dengan 'salam tempel' agar tidak terjadi kecemburuan sosial antar keluarga, maka uang yang dibagikan untuk salam tempel nilainya harus sama dengan ditukarkan di bank.
Proses itu terjadi secara terus menerus dan menjadi sebuah tradisi baru di masyarakat.