WahanaNews-Mandalika | Usahanya menimbulkan kegaduhan, akhirnya pemilik usaha kuliner nasi padang babi, Babiambo, Sergio, buka suara.
Ia mengaku pada awalnya usaha kuliner tersebut ia dirikan lantaran mencoba mengambil peluang dengan memadukan kuliner khas Padang dengan daging babi.
Baca Juga:
Seluruh Karyawan PT.MURINDA IRON STEEL yang Bekerja di kawasan industri kek seimangkei mengucapkan selamat HUT ke-52,"Semakin kokoh,inovatif dan terus menjadi pelopor terpercaya"
Pemilihan inovasi tersebut, kata dia, juga berawal dari kecintaannya terhadap kedua masakan tersebut.
"Mungkin kenapa ide ini seputar Padang, karena saya pribadi suka banget sama masakan Padang, seminggu minimal sekali saking cintanya," ujarnya kepada wartawan di kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (10/6).
Ia menjelaskan, pihaknya juga memilih menggunakan kata Babi pada nama usahanya dengan tujuan agar para pelanggan tidak keliru.
Baca Juga:
Puskesmas perdagangan diduga persulit kelahiran ibu hamil
Selain penamaan usaha, Sergio juga mengaku telah mendeskripsikan menu olahan daging babi pada menu dan logo yang ada.
"Karena kita nggak mau nanti ada orang yang makan nggak tahu itu ada mengandung babinya. Jadi kita tulis babinya. Bahkan di logo juga ada tulisan nonhalal," jelasnya.
Sementara untuk kata 'ambo', menurutnya ide itu hanya sebatas agar para calon pembeli dapat langsung mengetahui jenis olahan daging babi yang dijual.