Di area itu juga dibangun saung-saung untuk persinggahan pengunjung, serta terdapat panggung untuk acara live music.
Kemudian ada Daleme Simbah yang merupakan rumah tradisional peninggalan salah satu tokoh desa.
Baca Juga:
Libur Lebaran di Pulau Dewata? Kunjungi 5 Destinasi Wisata Ini!
Di bangunan itu, wisatawan dapat menemukan aksen atau tulisan Jawa kuno Hanacaraka yang dilestarikan.
Tulisan tersebut menceritakan fase kehidupan manusia menurut Jawa dari lahir sampai meninggal.
Sementara soal potensi seni, Desa Wisata Bugisan memiliki pertunjukan warisan leluhur, yakni Karawitan.
Baca Juga:
Keindahan Alam dan Tradisi Sakral, Bali Tetap Jadi Favorit Wisatawan Dunia 2025
Pertunjukan seni dengan musik gamelan dan dimainkan oleh warga sekitar. Kemudian ada Jathilan, pertunjukan kuda lumping.
Ada pula Gejog Lesung yang masih dilestarikan dan biasa dimainkan oleh warga lansia dan biasa ditampilkan di festival budaya Candi Plaosan.
Selain Jathilan, desa tersebut juga memiliki ragam tarian lain seperti, Sorak Gumyak, Wanara, dan Sendratari.