"Jadi, akan kami kembangkan travel pattern tadi. Dari Borobudur untuk melihat. Karena tidak terlalu jauh. Ini umurnya sama dan juga menampilkan kearifan lokal," tambah Sandi.
Selain itu, Sandi juga mengungkapkan, pemerintah akan memberikan bantuan untuk pencatatan hak intelektual alat musik asli Desa Wisata Bugisan, Pring Sedapur, yang dibuat sendiri oleh Ki Sutikno, warga desa Bugisan.
Baca Juga:
Libur Lebaran di Pulau Dewata? Kunjungi 5 Destinasi Wisata Ini!
Alat musik ini terbuat dari sekelompok pohon bambu atau pring sedapur.
"Sehingga ini tercatat untuk diturunkan kepada generasi selanjutnya," imbuhnya.
Desa Bugisan sendiri memiliki nuansa alam pedesaan yang asri dan budaya masyarakat jawa, ramah tamah, serta kesenian budaya merupakan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dan dilestarikan oleh warga masyarakat.
Baca Juga:
Keindahan Alam dan Tradisi Sakral, Bali Tetap Jadi Favorit Wisatawan Dunia 2025
Kekayaan alam dan peninggalan sejarah itulah yang menjadikan Desa Bugisan menjadi simbol interaksi yang harmonis antara manusia, alam, dan sang pencipta.
Desa Wisata Bugisan memiliki beberapa objek wisata buatan unggulan, di antaranya, Paseban Candi Kembar. Itu merupakan cafetaria yang berada di sebelah timur Candi Plaosan.
Paseban Candi Kembar dikonsep sebagai kafe semi modern yang dihiasi lampu lampion warna warni.