Tidak hanya itu, keluarga bahkan menggunakan paranormal untuk mencari MFA. Namun, tetap saja gagal menemukan.
"Lebih dari 26 dukun atau paranormal yang saya gunakan, namun MFA tidak kunjung ditemukan," kata kakek MFA, Amaq Melaye.
Baca Juga:
BNPB Catat Rentetan Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan
Menurut pengakuan MFA, ia dibawa oleh Narep ke Jawa Tengah dengan berjalan kaki dan terkadang naik truk.
Sementara untuk makan, ia terkadang menjual petai dan membersihkan taman dan diberi makan oleh pemilik taman.
Setiap hari, ia dan Narep tidur di sebuah rumah kosong.
Baca Juga:
Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lampung Tembus Pasar Nasional dan Global
Adapun Narep adalah tetangga MFA.
Narep diduga mengalami kelainan psikis dan senang bermain dengan anak kecil. [rda]