Tidak hanya itu, keluarga bahkan menggunakan paranormal untuk mencari MFA. Namun, tetap saja gagal menemukan.
"Lebih dari 26 dukun atau paranormal yang saya gunakan, namun MFA tidak kunjung ditemukan," kata kakek MFA, Amaq Melaye.
Baca Juga:
Dorong Lahirkan Generasi Emas 2045, Kajari Karo: Guru Sebagai Pilar Utama Dalam Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa
Menurut pengakuan MFA, ia dibawa oleh Narep ke Jawa Tengah dengan berjalan kaki dan terkadang naik truk.
Sementara untuk makan, ia terkadang menjual petai dan membersihkan taman dan diberi makan oleh pemilik taman.
Setiap hari, ia dan Narep tidur di sebuah rumah kosong.
Baca Juga:
PLN-Pemprov Jabar Teken MoU Ketenagalistrikan, Dorong Pemerataan Akses Listrik hingga Pelosok
Adapun Narep adalah tetangga MFA.
Narep diduga mengalami kelainan psikis dan senang bermain dengan anak kecil. [rda]