WahanaNews-Mandalika | Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis status siaga bencana kekeringan yang berpotensi melanda 8 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Disebutkan BMKG, status siaga bencana kekeringan yang terjadi di delapan wilayah NTB, adalah karena dampak musim kemarau tahun ini.
Baca Juga:
Sumedang dan Majalengka Jadi Salah Satu Daerah dengan Jumlah Petir Tertinggi di Bulan Maret 2025
Adapun delapan kabupaten/kota dengan status siaga kekeringan yang dimaksud BMKG, meliputi Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.
"Status siaga kekeringan Meteorologis terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Dompu dan Kota Bima," kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, Dewo Adi Sulistio.
Lebih lanjut, status siaga bencana kekeringan di Kabupaten Lombok Timur, yaitu Kecamatan Sambelia, Montong Gading, Masbagik, Jerowaru dan Sakra Barat.
Baca Juga:
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
Kemudian, status siaga bencana kekeringan di Kabupaten Lombok Tengah, yaitu kecamatan Janapria.
Sedangkan di Kabupaten Lombok Utara, Kecamatan Pemenang dinyatakan berstatus siaga bencana kekeringan.
Masih berlanjut, Kabupaten Sumbawa Barat memiliki beberapa daerah dengan status bencana kekeringan, yaitu Kecamatan Taliwang, Jereweh, Maluk dan Sekongkang. Kabupaten Dompu yaitu Kecamatan Dompu, Kempo, Manggalewa, Pajo, Kilo.
Selanjutnya, di Kabupaten Sumbawa ada beberapa daerah yang terkena siaga kekeringan, meliputi Kecamatan Buer, Moyo Hilir, Lape, Moyo Hulu, Plampang, Lape, Moyo Utara, Moyo Hilir, Unter Iwes, Empang Dan Labangka.