Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengaku perjalanannya menggunakan motor listrik berjalan lancar.
“Motornya sangat efisien, karena menggunakan listrik. Biaya hanya sepertiganya saja. Jadi operasionalnya menurun drastis,” ujar Darmawan.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Serahkan 300 Paket Sembako & Beasiswa Rp27 Juta untuk Pahlawan Emisi Ojol Motor Listrik
Tak hanya lebih efisien. Darmawan menegaskan, penggunaan motor listrik juga dapat menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) sekitar 50 persen.
Dan, emisi itu pun terkonsentrasi hanya di lokasi pembangkit listrik di NTT saja, sehingga jadi tidak terjadi polusi di jalanan.
Daya motor-motor tersebut pun dapat diisi ulang. Sebanyak 48 motor digunakan dalam parade ini.
Baca Juga:
Rasakan Pengalaman Naik Motor Listrik, PLN UID Jakarta Raya Ajak Media “Electric Vehicle Rides”
Sebagian besarnya merupakan motor hasil konversi, dari motor bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik hasil modifikasi bengkel lokal.
“Motor ini dulunya adalah motor BBM, kemudian di-retrofit (modifikasi lampu). Mesinnya diubah menjadi motor listrik sekaligus baterainya,” papar Darmawan.
Menurut Darmawan, kreativitas para modifikator di bengkel-bengkel lokal di NTT mengagumkan dan telah sesuai arahan pemerintah yang ingin mengubah kendaraan berbasis BBM menjadi kendaraan berbasis energi listrik.