Namun, yang paling mengkhawatirkan justru wilayah provinsi yang selama ini berada pada papan bawah pencapaian IPM.
Dampak pandemi Covid-19 secara langsung menghambat peningkatan IPM di provinsi papan bawah IPM.
Baca Juga:
Tersangka Tunadaksa Agus Segera Disidang, Penyidik Serahkan ke Penuntut Umum
Menjadi lebih mengkhawatirkan, di saat kondisi dirasakan mulai terkendali, justru tidak banyak peningkatan terjadi pada kelompok wilayah ini.
Provinsi-provinsi seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat masuk dalam kategori yang lambat.
Sejauh ini, perbaikan kondisi hanya mampu meningkatkan skor IPM di bawah 0,18.
Baca Juga:
Modus Zikir Dosen di Mataram Dipolisikan, Diduga Lecehkan Mahasiswi
Capaian peningkatan sebesar itu menempatkan ketiga provinsi pada urutan terbawah.
Menjadi semakin ironis lantaran selama ini pun ketiga provinsi sudah berada pada urutan terbawah skor total IPM.
Bagi ketiga provinsi tersebut, menjadi yang terkecil dalam peningkatan skor IPM semakin memperberat laju perbaikan dalam mengejar ketertinggalan.