Rencananya, pengeboran dilanjutkan pada 2022 untuk mendukung studi lebih lanjut guna menentukan ukuran, luas dan karakteristik potensi sumber daya mineral Onto.
Selain itu, pengeboran lanjutan ini juga untuk memberikan data lebih lengkap untuk digunakan dalam berbagai studi teknik Proyek Hu'u.
Baca Juga:
Gugatan Lahan Ramba Joring Cacat Formil, Dosen Hukum USU: Tak Ada Dasar Hukum Goyahkan Kedudukan Agincourt Resources
Hingga saat ini, secara total, STM telah menyelesaikan 108 lubang bor (total kedalaman 115.591 meter) di dalam embali KK (di Onto dan prospek lain) sejak eksplorasi dimulai pada tahun 2010
Ketika ditanya soal potensi pendapatan yang dihasilkan STM serta kontribusi kepada pemerintah Indonesia, Evans mengatakan sampai saat ini belum bisa dipastikan.
"Saat ini kami melakukan berbagai studi engineering, sepertinya belum bisa kami proyeksikan tentang pendapatan. Karena masih terlalu jauh. Produksi baru dimulai pada 2023-2025," kata Evans.
Baca Juga:
6 Excavator dan 5 Pelaku Illegal Mining di Kali Waserawi Manokwari Diamankan Polda Papua Barat
Evans mengatakan, meski merasa gembira dengan potensi sumber daya mineral ini, namun pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, seperti mempelajari berbagai faktor teknis, lingkungan, sosial dan finansial yang merupakan bagian dari studi kelayakan yang saat ini sedang dikerjakan.
"Utamanya, kami berharap bahwa tahapan studi kelayakan yang sedang dilakukan akan menentukan operasi penambangan yang layak secara teknis dan ekonomis, serta STM dapat mengembangkannya lebih lanjut," kata Evans. [dny]