WahanaNews-NTB | Komandan Korem 172 PWY, Brigadir Jenderal TNI Izak Pangemanan, mengatakan, pihaknya telah mengirim tim investigas ke Kabupaten Nduga, Papua.
Turunnya tim investigasi tersebut untuk menguak kasus penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ke Pos Satgas Mupe yang menewaskan dua prajurit dan delapan anggota Korps Marinir TNI AL terluka.
Baca Juga:
Danpusterad: Pembekalan dan Pendidikan Momentum Penting Dalam Perjalanan Karier
“Tim investigasi yang dikirim ke Kenyam itu juga beranggotakan polisi militer dan akan berada di Kenyam selama beberapa hari," kata Pangemanan. Selasa (29/3/2022).
Dikatakan, seluruh personel TNI di Kenyam saat ini bersiaga.
"Bila diserang, kami akan membalas menembaki dengan kekuatan penuh," ucapnya.
Baca Juga:
Paling Cepat Se-Indonesia, Pembangunan KMP di Jatim Tembus 8.494 Unit
Sebelumnya, pada Sabtu (26/3/2022), aksi kontak tembak antara KKB dengan TNI AL yang bertugas di pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3 di Distrik Kenyam.
Dalam aksi tersebut, dua prajutir terbaik TNI AL gugur, dan delapan personil lainnya mengalami luka-luka.
Dua prajurit yang gugur tersebut yaitu, Komandan Pos (Danpos) Letda Marinir Moh Iqbal dan Pratu Marinir Wilson Anderson Here.