Lalu Ahmad Fathoni, disabilitas sekaligus perwakilan Yayasan Tulus Angen Indonesia mengatakan, kegiatan ini melibatkan instansi Polda NTB, Polres Lombok Tengah, ITDC, MGPA, MXGP, Yayasan Tulus Angen Community, dan seluruh lembaga difabel dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB.
Pria yang akrab disapa Bajang Thony ini berharap, kegiatan ini merupakan kampanye bahwa difabel penting untuk merasakan hak yang sama.
Baca Juga:
Diduga Terima Uang Narkoba Rp 1 Miliar, Polri Copot Kapolres Bima Kota
Difabel berhak untuk merasakan fasilitas Sirkuit Mandalika dan merasakan euforia dengan keberadaan fasilitas olahraga kelas dunia tersebut.
"Institusi Polri sudah membuka diri terhadap penyandang disabilitas. Semoga institusi yang lain bisa membuka diri untuk memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas," kata Bajang Thony.
Direktur utama MGPA, Priandhi Satria sangat senang adamya kegiatan fun run difabel.
Baca Juga:
Pendaki Asal Brasil Terjatuh di Gunung Rinjani, SAR Temukan dalam Kondisi Meninggal
"Saya merasa sangat senang dan bahagia melihat para disabilitas bisa merasakan dan menikmati Sirkuit Mandalika," kata Priandhi.[ss]