Bahkan, pada siang hari ada potensi hujan lebat.
”Untuk proses evakuasi perlu hati-hati karena ada potensi hujan di puncak dan lereng Gunung Semeru,” ucapnya.
Baca Juga:
TNBTS Pastikan Ladang Ganja Ditemukan di Luar Jalur Wisata Bromo dan Semeru
Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG, Edison Kurniawan, mengatakan, erupsi Gunung Semeru belum menggangu penerbangan.
”Saat ini ada peringatan lagi untuk penerbangan erupsinya terhenti sehingga pemodelan sebaran abu vulkanik dihentikan dulu. Namun, saat kembali erupsi akan kembali dimonitor lagi dengan menjalankan model,” katanya.
Hasil pengamatan di lapangan, menurut Edison, abu vulkanik ini juga tidak berpengaruh di beberapa bandara.
Baca Juga:
Gunung Semeru Erupsi, Letusan Capai 400 Meter di Atas Puncak
”Tidak ada pengaruh signifikan. Data Lidar Banyuwangi, tidak ada potensi sebaran abu yang mengganggu penerbangan. Masih normal,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, memaparkan, jumlah korban jiwa yang ditemukan sejauh ini sebanyak 14 orang. Namun, data rinci masih dikumpulkan. [dny]