WahanaNews-NTB | Sebanyak 1.124 ton limbah PLTU Batu Bara atau fly ash bottom ash (FABA) telah dimanfaatkan dalam pembangunan beberapa infrastruktur di NTB hingga April 2022.
Hal itu dikatakan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat Sudjarwo.
Baca Juga:
Diskon 50 Persen Tarif Listrik Tidak Diperpanjang, Ini Informasi Lengkapnya
Dalam keterangan resminya di Mataram, NTB, Kamis, ia mengatakan FABA digunakan dalam proses konstruksi seperti pembuatan paving block, batako, beton rabat, dudukan oli, dan juga digunakan untuk kajian uji coba stabilisasi lahan.
"Penggunaan FABA tersebut beragam, namun aplikasinya adalah lebih ke arah sebagai campuran bahan bangunan di bidang konstruksi," katanya.
Ia mengatakan pemanfaatan FABA sudah menyebar ke beberapa kabupaten/kota di NTB, seperti di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Mataram dan juga Pulau Sumbawa.
Baca Juga:
Gebrakan 100 Hari, Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Ketenagalistrikan Nasional
Pengguna FABA juga terdiri atas beberapa unsur masyarakat, yakni mulai instansi pemerintah, badan usaha yang memiliki ijin usaha, pelaku usaha mikro kecil dan menengah, pelaku industri kecil dan menengah serta kelompok orang atau masyarakat.
Selain itu, kata Sudjarwo, instansi seperti Kepolisian Daerah NTB, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Bank Sampah NTB, telah menggunakan FABA.
Untuk dapat memperoleh FABA, masyarakat dapat mengambil secara gratis di dua lokasi PLTU, yakni PLTU Jeranjang dan PLTU Sumbawa.