Program ini juga dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang merupakan kerjasama Kementan dengan IFAD.
Program ini dilaksanakan oleh SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalsel.
Baca Juga:
Produksi Telur Nasional Surplus, Kementan Sebut Peluang Ekspor ke Negara Sahabat
Melalui Program YESS, SMK-PP N Banjarbaru terus meningkatkan kapasitas peserta didiknya, utamanya melalui Program PWMP.
Salah satu kegiatan dalam upaya memaksimalkan PWMP berupa Workshop Penyusunan Laporan PWMP bagi siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Bertempat di Aula SMK-PP Negeri Banjarbaru, workshop berlangsung dua hari, 18 - 19 Agustus yang diikuti 85 siswa dari kelas XI Tahun Pelajaran 2022/2023 didampingi 20 tenaga pendidik dan kependidikan SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Baca Juga:
Kementan Pastikan Pengendalian PMK Tetap Optimal Jelang Idulfitri
Dibuka oleh Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santosa yang mengingatkan tentang pentingnya PWMP untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda, terutama siswa siswi SMK-PP N Banjarbaru. Ketika mereka lulus, sudah siap menghadapi dunia kerja, baik sebagai job seeker maupun sebagai job creator.
“Program PWMP ini merupakan stimulan atau modal awal bagi kalian menjadi pengusaha di bidang pertanian. Jadi mohon gunakan dana ini untuk usaha kalian di bidang pertanian bukan yang lain, sehingga kalian kali ini akan mengikuti pelatihan penyusunan laporan PWMP,” katanya.
“Saya harapkan nantinya dana PWMP digunakan sesuai dengan usaha dan setelah itu dicatat pengeluarannya, pendapatannya, karena yang sudah sukses itu tercatat semuanya, dan dipisahkan uang usaha dengan uang pribadi,” kata Budi Santoso.