WahanaNews-NTB | Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kebebasan pada para menterinya untuk menaikkan elektabilitas.
Ia menyebut, di sistem demokrasi yang dianut Pemerintah Indonesia, yakni tak ada larangan bagi menteri untuk mencari cara meningkatkan elektabilitasnya.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
"Artinya begini, Presiden memberikan kebebasan kepada semua menterinya untuk melakukan menaikkan popularitas dan elektabilitas dan saya kira sebagai sebuah proses demokrasi ini cara yang sehat untuk memilih pemimpin," kata Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/11/2021).
Menurut dia dengan semakin banyak menteri yang ingin menjadi peserta pesta demokrasi lima tahunan tersebut, maka akan lebih baik.
"Makin banyak makin bagus. Kami sendiri di Gerindra melihat itu sebagai sesuatu yang baik. Rakyat pilihannya makin banyak makin bagus," ujarnya.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Ia menilai fenomena menteir ingin ikut berkompetisi dalam Pemilu 2024 itu adalah sesuatu yang lumrah dalam iklim demokrasi.
"Kalau kita percaya pada kekuatan demokrasi itu pasti tidak akan mengganggu stabilitas pemerintahan. Itu adalah sesuatu yang wajar-wajar saja di demokrasi," katanya.
Seperti diketahui, kini Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan digadang-gadang bakal menjadi capres di Pilpres 2024 mendatang. [non]