WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif usulan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Pulau Sumbawa karena dinilai mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mempercepat pemerataan investasi di kawasan timur Indonesia.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, "KEK Samota memiliki modal alam yang luar biasa sehingga layak dikembangkan menjadi kawasan ekonomi berdaya saing internasional."
Baca Juga:
OTT Bupati Pemalang Disebut Bukan Kejutan, Ombudsman Ungkap Peringatan Dini yang Diabaikan
Menurut Tohom, keberadaan Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora merupakan kombinasi potensi yang tidak banyak dimiliki daerah lain di Indonesia.
Ia menilai pengembangan kawasan tersebut harus diarahkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal, bukan hanya meningkatkan angka investasi.
"Investasi yang masuk harus mampu melahirkan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat usaha kecil dan menengah di sekitar kawasan," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga:
Dana Asing Kabur Rp5,39 Triliun, IHSG Tertekan Jelang Keputusan The Fed
Tohom berpandangan KEK Samota memiliki peluang besar berkembang melalui sinergi sektor pariwisata, ekonomi biru, perikanan, kelautan, jasa, hingga industri pengolahan.
Model pembangunan tersebut dinilai dapat memperkuat rantai ekonomi daerah sehingga manfaat investasi dirasakan secara lebih luas.
Ia juga menilai keberadaan KEK dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan utama untuk meningkatkan daya saing kawasan.
Infrastruktur transportasi, konektivitas logistik, energi, telekomunikasi, dan layanan publik perlu berkembang secara seimbang agar investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa keberhasilan sebuah kawasan ekonomi khusus sangat ditentukan oleh keterhubungan antarwilayah dan efisiensi sistem logistik.
Menurutnya, pembangunan kawasan tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lain agar menghasilkan efek berganda bagi daerah sekitarnya.
"KEK Samota berpotensi menjadi simpul baru pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian timur apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu arah pembangunan," katanya.
Ia mengatakan kepastian regulasi, kemudahan perizinan, kesiapan lahan, dan dukungan infrastruktur akan menjadi faktor penting dalam menarik investasi jangka panjang.
Tohom berharap pengembangan KEK Samota juga mengedepankan prinsip keberlanjutan mengingat kawasan tersebut memiliki kekayaan hayati yang bernilai tinggi.
Menurutnya, pelestarian lingkungan harus berjalan berdampingan dengan pembangunan ekonomi agar daya tarik kawasan tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan usulan KEK Samota berpotensi membuka arus investasi yang lebih besar ke Pulau Sumbawa karena kawasan tersebut memiliki potensi multisektor mulai dari pariwisata, perikanan, kelautan, jasa pariwisata, perhotelan hingga industri.
Sebelumnya, Wakil Kepala Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menyampaikan bahwa KEK Samota berpotensi menjadi magnet investasi baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi biru di kawasan timur Indonesia dengan dukungan kepastian lahan, infrastruktur, rencana bisnis yang matang, serta kehadiran investor.
[Redaktur: Sandy]