WahanaNews-NTB | Bakal calon anggota legislatif (bacaleg) PDIP di Desa Sekotong, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), inisial S (50) diamuk massa setelah dituduh memperkosa anak kandungnya, I (16). PDIP buka suara terkait kasus itu.
Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP NTB Raden Nuna Abriadi mengungkapkan S dipersekusi hingga viral di media sosial. Raden Nuna menyebut hal itu mencederai rasa kemanusiaan.
Baca Juga:
Respon Relawan Jokowi Soal Ketegangan Jokowi Vs PDIP
"Apa pun alasannya, benar dan salahnya informasi yang beredar itu, tidak boleh ada perbuatan barbar (persekusi) yang viral di media sosial itu. Apalagi S adalah kader kami. Yang jelas, ini mencederai rasa kemanusiaan. Apalagi si anak sudah mengakui bahwa ayahnya bukan pelaku tindakan pemerkosaan itu," kata Raden Nuna saat konferensi pers di kantor DPD PDIP NTB, seperti dilansir detikBali, Kamis (20/7/2023).
Raden Nuna meminta klarifikasi kepada Polres Lombok Barat (Lobar) yang menangani kasus dugaan pemerkosaan tersebut. Dia menilai aparat kepolisian membiarkan warga melakukan penyerangan terhadap S. Dia mengatakan sekujur tubuh S luka lebam dan harus dirawat intensif di RSUD Lombok Barat.
Raden Nuna menambahkan DPD PDIP NTB meminta Kapolres Lobar menarik pernyataannya yang mengatakan bahwa S menjadi pelaku pemerkosaan terhadap anaknya.
Baca Juga:
Puan Sentil Kader yang Bela Hasto Berlebihan: Sudahi Kegaduhan!
"Padahal kasus ini masih dalam proses lidik dan belum tahap penyidikan, tapi kok berani mengatakan S adalah pelakunya," jelas Nuna.[ss]